Tanpa Handphone, Kami Tetap Bahagia

Kring… Bel berbunyi, tanda waktu halaqah sudah usai. Seusai membaca doa kaffaratul majelis, teman-temanku berhamburan keluar ke halaman masjid.
Sore itu cuaca mendung. Awan hitam memenuhi langit seolah meyakinkan bahwa hujan akan segera turun.
Benar saja, tidak berselang lama rintik hujan pun turun dan semakin deras.
“HUJAAAANNN!!!!” teriak salah seorang temanku.
“Ayo hujan-hujanan!!!” teriak temanku yang lain.
Mereka pun berlarian ke arah halaman masjid sambil menengadahkan tangan ke arah langit, memanjatkan doa, lalu bersorak-sorai mengekspresikan kebahagiaan atas penantian hujan yang sudah cukup lama tidak turun.
Aku duduk melihat mereka. Memperhatikan kegembiraan mereka dari wajah dan senyum manis mereka. Memperhatikan hujan yang seolah menghanyutkan penantian, juga rasa penat dari kepala mereka.
Aku duduk memperhatikan mereka. Menyadari satu hal, bahwa tidak sebagaimana kebanyakan anak seusia kami di luar sana yang gandrung dengan handphone, kami pun bisa bahagia tanpa benda itu, alhamdulillah.
Penulis : ASY-SYAIMA KHOIRUN NISA
Kelas : 2C LPBA
Editor : Arif Nugroho, S.Pd