Tahnik bayi hukumnya sunah. Dalam prakteknya harus penuh hati-hati dan terpenuhi syaratnya, tidak asal tahnik.
Syaikh Dr. Sa’ad Khatslan hafizhahullah meyebutkan ketentuan dalam mentahnik ;
بأن كان سليمًا من الأمراض، وأيضًا فعله بطريقةٍ آمنةٍ، فهذا التحنيك سُنةٌ
“Orang yang mentahnik kondisinya sehat dari penyakit, dan dengan cara yang aman (tidak membahayakan si bayi)”.
Sehingga jika si pentahnik kondisinya berpenyakit dan bisa menular, atau dikhawatirkan ada dampak pada bayi karena keliru dalam mentahnik sehingga bayi tersedak , maka tahnik tidak dilakukan.
Wallahu a’lam.
📚 Al hikmah min tahnik al maulud – Syaikh Sa’ad al Khatslan.
Semoga Allah melahirkan generasi shalih dan shalihah bagi kaum muslimin.
𝐵𝒶𝓇𝒶𝓀𝒶𝓁𝓁𝒶𝒽𝓊 𝒻𝒾𝓀𝓊𝓂
Penulis:
Ustadz Tamim Suherman
Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah








