Beratnya Puasa Mereka

Di awal pensyariatan puasa Ramadhan, kaum muslimin menghadapi beratnya puasa karena mereka hanya diperbolehkan makan dan minum dari Maghrib sampai shalat Isya.
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata ;
فكان النَّاس على عهد النَّبيِّ ﷺ إذا صَلَّوا العَتَمةَ حَرُم عليهم الطَّعامُ والشَّرابُ والنِّساءُ، وصاموا إلى القابلةِ
"Dahulu, kaum muslimin di masa Nabi ﷺ apabila sudah salat Isya, maka haram makan, minum, dan (menggauli) istri atas mereka dan mereka berpuasa sampai malam berikutnya".
Kemudian Allah turunkan surat Al-Baqarah ayat 187, mereka diperbolehkan makan dan minum sepanjang malam.
📚 Abu Dawud no. 2313.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini.
𝓑𝓪𝓻𝓪𝓴𝓪𝓵𝓵𝓪𝓱𝓾 𝓕𝓲𝓴𝓾𝓶
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.