Takdir Cukup Diimani

Mengimani takdir itu keharusan, tapi terlalu dalam membicarakannya (tanpa ilmu) itu tak perlu dilakukan.
Nabi ﷺ bersabda ;
إذا ذكر القدر فأمسكوا
"Jika disebut tentang taqdir, maka tahanlah (diam)".
(HR. Ath Thabarani dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)
Syaikhul Islam rahimahullah menyebutkan bahwa berdalam-dalam dalam membicarakan takdir tanpa ilmu yang memadai akan menyebabkan kesesatan, sehingga Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk diam.
📚 Majmu' Fatawa
Semoga Allah kokohkan iman kita terhadap takdir -Nya.
𝔅𝔞𝔯𝔞𝔨𝔞𝔩𝔩𝔞𝔥𝔲 𝔣𝔦𝔨𝔲𝔪
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.