Suka dan Benci

بسم الله الرحمن الرحيم
Suka atau benci terhadap orang lain sering kali sangat berpengaruh dalam kita menilainya, hingga teori "objektif" tampak susah untuk terwujud nyata, adil pun hanya ungkapan belaka.
Kadang sejahat apapun orang, tapi kita sudah kadong menyukainya, ia pun tampak sempurna.
Sebaliknya, sebaik apapun orangnya, tapi kita sudah terlanjur membencinya. Ia pun tampak penuh cela.
Benarlah ungkapan bijak yang mengatakan ;
فَعَيْنُ الرِّضَى عَنْ كُلِّ عَيْبٍ كَلِيلَةٌ وَلَكِنَّ عَيْنَ السُّخْطِ تُبْدِي الْمَسَاوِيَا
"Pandangan suka seringkali tumpul dalam melihat setiap cela, sedang pandangan kebencian seringkali menampakkan yang buruk-buruk saja."
📚 Tarikh Dimasyq 36/319.
Semoga Allah mengampuni segala salah dan dosa kita.
Barakallahu fikum
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.