ʙᴇʀᴜʙᴀʜ ᴡᴜᴊᴜᴅ ᴅɪ ʜᴀʀɪ ᴋɪᴀᴍᴀᴛ

Pada hari kiamat nabi Ibrahim 'alaihissalam bertemu dengan Azar, ayahnya dalam keadaan mukanya berdebu penuh hina.
Nabi Ibrahim pun memohon kepada Allah,
يا رَبِّ، إنَّكَ وعَدْتَنِي أنْ لا تُخْزِيَنِي يَومَ يُبْعَثُونَ، فأيُّ خِزْيٍ أخْزَى مِن أبِي الأبْعَدِ؟
"Ya Rabb, sungguh Engkau telah berjanji untuk tidak menghinakanku di hari mereka dibangkitkan (kiamat).
Kehinaan manakah yang lebih hina daripada (aku melihat) ayahku jauh (dari rahmat-Mu) ?"
Maka Allah menjadikan nabi Ibrahim tak sudi lagi mengasihi ayahnya.
Allah berfirman ;
إنِّي حَرَّمْتُ الجَنَّةَ علَى الكافِرِينَ،
"Aku haramkan surga untuk orang-orang kafir".
Allah merubah wujud Azar menjadi bintang yang sangat menjijikan.
يا إبْراهِيمُ، ما تَحْتَ رِجْلَيْكَ؟ فَيَنْظُرُ، فإذا هو بِذِيخٍ مُلْتَطِخٍ، فيُؤْخَذُ بقَوائِمِهِ فيُلْقَى
"Wahai Ibrahim, apa yang ada di bawah ke dua kakimu !"
Ternyata nabi Ibrahim 'alaihi salam melihat seekor binatang (seperti anjing) yang berlumuran kotoran, kemudian ditarik kakinya dan dilemparkan ke dalam neraka.
📚 Shahih Al Bukhari no. 4769.
Semoga Allah selamatkan kita dari kehinaan di dunia dan akhirat.
𝓑𝓪𝓻𝓪𝓴𝓪𝓵𝓵𝓪𝓱𝓾 𝓕𝓲𝓴𝓾𝓶
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.