ᴏʀᴀɴɢ ᴋᴀꜰɪʀ ᴍᴇɴɢᴀᴋᴜɪ ᴋᴇʙᴇɴᴀʀᴀɴ ᴀʟ-Qᴜʀ’ᴀɴ
Satu sosok pembesar Quraisy yang mengakui dengan terang-terangan akan keagungan Al- Qur'an adalah Walid bin Mughirah.
Dengan jujur ia berkata ;
وَاللهِ إِنَّ لِقَوْلِهِ حَلَاوَةً وَإِنَّ عَلَيْهِ طَلَاوَةً وَإِنَّ أَصْلَهُ لَمُغْدِقٌ وَإِنَّ فَرْعَهُ لَمُثْمِرٌ وَمَا أَنْتُمْ بِقَائِلِيْنَ مِنْ هَذَا شَيْئًا إِلَّا وَأَنَا أَعْرِفُ أَنَّهُ بَاطِلٌ
"Demi Allah, sesungguhnya perkataannya (Al-Qur'an) memiliki manis. Sungguh ia memiliki keindahan, dan sesungguhnya akarnya benar-benar kuat dan cabangnya benar-benar berbuah.
Dan tidaklah kalian mengucapkan sesuatu (hal buruk tentangnya), kecuali aku tahu bahwa ucapan itu adalah sesuatu yang batil”.
📚 Subulul Huda 2/355.
Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti petunjuk Al- Qur'an.
𝓑𝓪𝓻𝓪𝓴𝓪𝓵𝓵𝓪𝓱𝓾 𝓕𝓲𝓴𝓾𝓶.
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.