Pahala Tak Sama

بسم الله الرحمن الرحيم
Si A berinfak sepuluh ribu. Si B bersedekah seratus ribu.
Siapakah yang amalannya lebih utama diantara mereka ?
Belum tentu amalan si B lebih besar pahalanya. Kenapa demikian ?
Kita renungkan penuturan Syaikhul Islam rahimahullah berikut ini :
إِنَّ الْأَعْمَالَ لَا تَتَفَاضَلُ بِالْكَثْرَةِ، وَإِنَّمَا تَتَفَاضَلُ بِمَا يَحْصُلُ فِي الْقُلُوبِ حَالَ الْعَمَلِ
“Sesungguhnya amal itu tidak lebih besar keutamaan (pahalanya) karena banyaknya, namun karena apa yang ada di hati (seperti keikhlasan dan kecintaan serta besarnya harapan akan pahala) saat beramal.”
📚 Majmu Fatawa 25/282.
Oleh karena itulah segenggam infak para sahabat Nabi ﷺ tidak bisa dicapai pahalanya oleh seorang pun setelah mereka meskipun ia berinfak emas sebesar bukit Uhud.
Barakallahu fikum.
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.