Nilai Hamba di HadapanNya.

بسم الله الرحمن الرحيم
Iblis mahluk ciptaan Allah, ia menjalani hidup sama seperti yang lain, mengikuti taqdir-taqdir Allah. Kalaulah dia tidak beribadah kepada Allah, dia tetap dikatakan menghamba kepada Allah, namun sebatas level penghambaan umum.
Penghambaan umum adalah penghambaan yang dijalani semua mahluk, baik yang beriman dan yang kufur. Yaitu ketundukan pada hukum-hukum kauni (alam) yang Allah tetapkan. Ini makna kehambaan yang disebut dalam firman Allah ta'ala,
إِن كُلُّ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّآ ءَاتِى ٱلرَّحْمَٰنِ عَبْدًا
Tidak ada siapapun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. Maryam : 93)
Dan nilai hamba dihadapan Yang Maha Kuasa, tidak ternilai dari ketundukannya kepada hukum kauni, tapi ketundukannya kepada hukum-hukum syar'i.
Barakallahu fikum
Dalam kehidupan ; manusia terlahir sebagai bayi, lalu beranjak menjalani masa kanak-kanak kemudian remaja. Setelah dewasa, kian hari kian menua lalu melemah kembali di usia senja. Adakah manusia yang bisa keluar dari hukum kauni ini ?
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.