Nasib Pendusta

بسم الله الرحمن الرحيم
Menyampaikan berita yang tidak sesuai dengan kenyataan disebut dusta. Tapi jangan salah, bahwa menyampaikan berita di sini tidak sebatas dengan ucapan, tapi terkadang dengan perbuatan ; seperti isyarat tangan atau goyangan kepala dan bahkan terkadang dengan sekedar diam. (Nukilan dari Adabudun-ya wad Din Lil Mawardy)
Dusta adalah akumulasi dari semua jenis keburukan, sumber semua kejelekan, karena akibatnya yang tercela. Ia mengantar pada adu domba lalu memicu kebencian dan akhirnya timbullah permusuhan. Dan ketika permusuhan terjadi, hilanglah rasa aman dan perasaan tentram. Sehingga muncul ungkapan,
مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِقُهُ
Siapa yang sedikit jujurnya akan sedikit kawan kepercayaannya (idem)
Mungkin kau sering melihat ia tertawa, tapi sebenarnya, hidupnya jauh dari ketentraman. Jika ditanya, mungkin ia tak mengingkari ini, tapi hati kecilnya, pasti mengakui.
Barakallahu fikum.
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.