Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2027/2028 →
Semilir Sumpiuh

Mυʝυɾ Kαɾҽɳα Jυʝυɾ

●
Ustadz Tamim SuhermanPengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Di hadapan para perampok seorang pemuda dengan terus terang berkata bahwa ia membawa uang senilai 50 dirham saat pemimpin rampok bertanya apa yang ia bawa.

Kenapa ia demikian jujur, padahal uang sebesar itu bisa menjadi santapan empuk para perampok ?

Ia berkata,

إني عاهدت أمي على الصدق

"Aku telah berjanji kepada ibuku (sesaat sebelum aku pergi menuntut ilmu) untuk berkata jujur".

Ibunya memang berpesan kepadanya agar jangan pernah berdusta.

Ternyata kejujurannya membuat pimpinan perampok tertunduk dan menangis,

أنت تخاف أن تنقض عهدك مع أمك على الصدق، وأنا لا أخاف أن أنقض عهد الله

"Engkau takut merusak janji kepada ibumu , sementara aku ini tak takut merusak janjiku kepada Allah (untuk taat kepada-Nya) ?".

Ia terus menangis mengakui kehinaan dirinya hingga berkata,

"Aku bertaubat (kepada Allah) ".

Taubatnya kemudian disusul oleh seluruh anak buahnya.

Pemuda itu adalah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah yang dengan izin Allah kejujurannya menjadikan ia bernasib mujur karena menyebabkan taubat sekian banyak manusia.

📚 Shalahul Ummah fi 'Uluwwil Himmah 5/45

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya agar kita terus berlaku jujur.

𝕭𝖆𝖗𝖆𝖐𝖆𝖑𝖑𝖆𝖍𝖚 𝖋𝖎𝖐𝖚𝖒

Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.

Share