Kondisinya Tak Sama

بسم الله الرحمن الرحيم
Kemampuan ibadah orang-orang beriman tidaklah sama.
Dahulu Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu sangat unggul dalam membaca dan menafsirkan Al Qur'an, tapi beliau tak mampu banyak puasa sunah.
Sementara Abdullah bin 'Amr bin Ash radhiyallahu 'anhuma sangat kuat dalam puasa sunah, tetapi tak seperti Ibnu Mas'ud dalam ilmu Al Qur'an.
Itulah kemampuan ibadah, telah Allah tentukan sebagaimana rizki dunia, berbeda-beda karena kondisi masing-masing hamba tak sama.
Imam Malik rahimahullah berkata ;
إن الله قسم الاعمال كما قسم الارزاق، فرب رجل فتح له في الصلاة، ولم يفتح له في الصوم، وآخر فتح له في الصدقة ولم يفتح له في الصوم، وآخر فتح له في الجهاد.
"Sungguh Allah itu membagi amal (kemampuan beribadah) sebagaimana Dia membagi rizki diantara hamba-hamba-Nya.
Terkadang ada orang yang dibukakan kemudahan untuk rajin shalat namun tidak dimudahkan untuk rajin puasa.
Ada pula orang yang dimudahkan untuk bersedekah namun tidak dimudahkan untuk rajin berpuasa.
Ada pula yang diringankan untuk berjihad (tetapi tidak dimudahkan untuk memperbanyak shalat dan puasa sunah atau sedekah)".
📚 Siyar A'lam an Nubala 8/114
Meskipun ibadah kita tak sempurna, semoga Allah memberikan taufiq-Nya agar kita tak jenuh dan putus asa dalam meraih rahmat dan ampunan -Nya.
Barakallahu fikum
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.