Kondangan* (7)

بسم الله الرحمن الرحيم
Apa yang disajikan saat walimah?
Nabi shalallahu 'alaihi wasallam pernah memerintahkan agar Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu 'anhu mengadakan walimah dengan menyembelih kambing.
Tapi itu bukanlah keharusan. Boleh walimah dengan hidangan makanan apapun.
Anas radhiallahu'anhu ia berkata:
أَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ خَيْبَرَ وَالْمَدِيْنَةِ ثَلاَثًا بَنَى عَلَيْهِ بِِصَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ فَدَعَوْتُ الْمُسْلِمِينَ إِلَى وَلِيمَتِهِ، فَمَا كَانَ فِيْهَا مِنْ خُبْزٍ وَلاَ لَحْمٍ، أَمَرَ بِاْلأَنْطَاعِ فَأَلْقَى بِهَا مِنَ التَّمْرِ وَاْلأَقِطِ وَالسَّمْنِ فَكاَنَتْ وَلِيْمَتُهُ.
"Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiam selama tiga malam di daerah antara Khaibar dan Madinah ketika memboyong Shafiyyah binti Huyay. Lalu aku mengundang kaum muslimin untuk menghadiri walimahnya. Dalam walimah tersebut tidak ada roti dan daging. Beliau menyuruh agar dihamparkan tikar kulit, lalu diletakkan di atasnya buah kurma, susu kering dan minyak samin. Itulah walimah beliau pada saat itu.”
HR. Muslim.
Imam Qadhi 'Iyadh berkata :
أجمَعُوا على أنَّه لا حَدَّ لأكثرها ولا لأقلِّها
"Para ulama sepakat bahwasanya tidak ada batasan maksimal atau minimal (jenis makanan tertentu pada walimah)"
Wallahu a'lam
Barakallahu fikum.
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.