Keutamaan Shalat Tarawih Permalam

بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam kitab Durrotun Nashihin karya Utsman bin Hasan bin Ahmad Al Khaubawi disebut tentang fadhilah shalat tarawih dari malam pertama sampai terakhir. Diantaranya disebutkan riwayat berikut :
وفي الليلة السابعة والعشرين جاز يوم القيامة على الصراط كالبرق الخاطف، وفي الليلة الثامنة والعشرين يرفع له ألف درجة في الجنة، وفي الليلة التاسعة والعشرين أعطاه الله ثواب ألف حجة مقبولة، وفي الليلة الثلاثين يقول الله: يا عبدي، كل من ثمار الجنة واغتسل من ماء السلسبيل، واشرب من الكوثر، أنا ربك وأنت عبدي".
(Siapa yang shalat tarawih) di malam ke 27 ia akan melewati shirath seperti kilat yang menyambar.
Di malam ke 28 ,diangkat derajatnya sampai seribu derajat di surga.
Di malam ke 29, diberikan pahala seribu kali haji yang maqbul.
Di malam ke 30, Allah berfirman kepadanya, "Makanlah setiap buah-buahan di surga, mandilah dengan air Salsabil, minumlah air telaga Al Kautsar.
Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku."
Shahihkah riwayat tersebut?
Para ulama Lajnah Daimah memberikan fatwa sebagai berikut :
كلا الحديثين لا أصل له، بل هما من الأحاديث المكذوبة على رسول الله صلى الله عليه وسلم.
وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.
"Dua hadits (yang disebutkan, salah satunya tentang fadhilah shalat tarawih) tersebut semuanya tidak ada asal usulnya. Bahkan keduanya termasuk hadits yang dibuat secara dusta (palsu) atas nama Rasulullah ﷺ."
📚 Fatwa Lajnah Daimah
Secara umum kitab Durrotun Nashihin tersebut banyak memuat hadits palsu. Syaikh Bin Baz rahimahullah telah menjelaskan dalam fatwa beliau.
Silahkan dibaca di :
📚 Fatawa wa Maqalat 6/406.
Wallahu a'lam.
Semoga kita tetap semangat menunaikan shalat tarawih di sisa waktu yang ada, karena keutamaan shalat tarawih sangat besar sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih.
Barakallahu fikum
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.