Gunung Berjalan

بسم الله الرحمن الرحيم
Di beberapa ayat disebutkkan bahwa gunung-gunung berjalan (tidak menetap di posisinya) seperti dalam firman-Nya;
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. An-Naml 88).
Peristiwa berjalannya gunung itu terjadi saat hari kiamat.
Syaikh Asy Syinqithi rahimahullah berkata :
أنّ مرّ الجبال مرّ السّحاب كائن يوم ينفخ في الصّور لا الآن
"Sesungguhnya berjalannya gunung seperti awan terjadi saat ditiupkan sangkakala (hari kiamat), bukan sekarang."
📚 Adhwaul Bayan 6/490.
Barakallahu fikum
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.