Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2027/2028 →
Semilir Sumpiuh

Cincin di Dua Jari

●
Ustadz Tamim SuhermanPengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Nabi ﷺ melarang memakai cincin di dua jari (jari tengah dan telunjuk).

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ ‏‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏‏أَنْ أَتَخَتَّمَ فِي إِصْبَعِي هَذِهِ أَوْ هَذِهِ ، قَالَ :‏ ” ‏فَأَوْمَأَ ‏‏إِلَى الْوُسْطَى ، وَالَّتِي تَلِيهَا

"Rasulullah ﷺ melarangku memakai cincin di dua jari: ini dan ini. Beliau memegang jari tengah dan jari setelahnya."

(HR. Muslim 5614)

Larangan tersebut berlaku bagi laki-laki.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,

وَيُكْرَه لِلرَّجُلِ جَعْله فِي الْوُسْطَى وَاَلَّتِي تَلِيهَا لِهَذَا الْحَدِيث , وَهِيَ كَرَاهَة تَنْزِيه

"Dimakruhkan bagi laki-laki memakai cincin di jari tengah dan jari setelahnya (telunjuk). Hukumnya makruh tanzih (bukan haram)."

Adapun bagi wanita hukumnya sebagaimana disebutkan Syaikh Bin Baz rahimahullah berikut ini :

والظاهر -والله أعلم- : أنه أراد بذلك الرجال، أما النساء فلهن الزينة في كل شيء

"Tampaknya – Wallahu a'lam, larangan tersebut berlaku bagi laki-laki.
Adapun wanita maka perhisan (cincin ) itu boleh baginya dipakai di setiap jarinya."

Wallahu a'lam.
📚 Syarah Shahih Muslim، Fatawa Nur 'ala ad Darb

Semoga Allah membimbing kita dalam setiap keadaan.

Barakallahu fikum

Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.

Share