Cincin di Dua Jari

بسم الله الرحمن الرحيم
Nabi ﷺ melarang memakai cincin di dua jari (jari tengah dan telunjuk).
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,
نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَخَتَّمَ فِي إِصْبَعِي هَذِهِ أَوْ هَذِهِ ، قَالَ : ” فَأَوْمَأَ إِلَى الْوُسْطَى ، وَالَّتِي تَلِيهَا
"Rasulullah ﷺ melarangku memakai cincin di dua jari: ini dan ini. Beliau memegang jari tengah dan jari setelahnya."
(HR. Muslim 5614)
Larangan tersebut berlaku bagi laki-laki.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,
وَيُكْرَه لِلرَّجُلِ جَعْله فِي الْوُسْطَى وَاَلَّتِي تَلِيهَا لِهَذَا الْحَدِيث , وَهِيَ كَرَاهَة تَنْزِيه
"Dimakruhkan bagi laki-laki memakai cincin di jari tengah dan jari setelahnya (telunjuk). Hukumnya makruh tanzih (bukan haram)."
Adapun bagi wanita hukumnya sebagaimana disebutkan Syaikh Bin Baz rahimahullah berikut ini :
والظاهر -والله أعلم- : أنه أراد بذلك الرجال، أما النساء فلهن الزينة في كل شيء
"Tampaknya – Wallahu a'lam, larangan tersebut berlaku bagi laki-laki.
Adapun wanita maka perhisan (cincin ) itu boleh baginya dipakai di setiap jarinya."
Wallahu a'lam.
📚 Syarah Shahih Muslim، Fatawa Nur 'ala ad Darb
Semoga Allah membimbing kita dalam setiap keadaan.
Barakallahu fikum
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.