Dibalas Dengan Lelah

Saat seorang hamba merasa lelah dengan pekerjaannya, sedih dengan masalah yang dihadapi, bisa jadi saat itulah Allah menghendaki kebaikan untuknya.
Allah berfirman dalam surat An-nisa 123 ;
مَنۡ يَّعۡمَلۡ سُوۡٓءًا يُّجۡزَ بِهٖۙ وَ لَا يَجِدۡ لَهٗ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيۡرًا
Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
Saat ayat ini turun Abu Bakar radhiyallahu 'anhu mengadu kepada Nabi ﷺ ;
فكلُّ سُوءٍ عَمِلْنا جُزِينا به
"Setiap kejelekan yang kami lakukan akan dibalas (dengan kami dihukum di akhirat) ?"
Maka Nabi ﷺ bersabda ;
يا أبا بَكْرٍ، ألستَ تَمرَضُ؟ ألستَ تَنصَبُ؟ ألستَ تَحزَنُ؟ ألستَ تُصيبُك اللَّأْواءُ؟
"Wahai Abu Bakar, bukankah engkau terkadang sakit, lelah, merasa sedih ?
Bukankah engkau pernah tetimpa kesempitan hidup ?
فهو ما تُجزَوْنَ به
Itulah balasan (hukuman) yang ditimpakan untuk kalian".
📚 Al-Iman hal. 77.
Semoga lelah kita menjadi penghapus dosa hingga Allah selamatkan kita dari hukuman akhirat.
𝓑𝓪𝓻𝓪𝓴𝓪𝓵𝓵𝓪𝓱𝓾 𝓕𝓲𝓴𝓾𝓶
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.