Tak Tahu Diri

ππ’ πππ«π’ πππ§π π π’ππ«π’
Nikmat Allah yang sangat besar adalah hidayah dan taufik-Nya sehingga kita bisa menuntaskan puasa Ramadhan.
Tapi sayangnya sebagian orang membalas nikmat ini dengan kemaksiatan di bulan Syawal, entah berupa meninggalkan shalat, mengganggu orang lain dengan geber-geber motor di jalanan, ujub dengan pamer kemewahan dan lain-lain.
Perbuatan tersebut bukanlah wujud syukur tetapi sebaliknya dan merupakan sikap tak tahu diri.
Imam Ibnu Rajab rahimahullah bertutur ;
ΩΨ£Ω Ψ§ Ω ΩΨ§Ψ¨ΩΨ© ΩΨΉΩ Ψ© Ψ§ΩΨͺΩΩΩΩ ΩΨ΅ΩΨ§Ω Ψ΄ΩΨ± Ψ±Ω ΨΆΨ§Ω Ψ¨Ψ§Ψ±ΨͺΩΨ§Ψ¨ Ψ§ΩΩ ΨΉΨ§Ψ΅Ω Ψ¨ΨΉΨ―ΩΨ ΩΩΩ Ω Ω ΩΨΉΩ Ω Ω Ψ¨Ψ―Ω ΩΨΉΩ Ψ© Ψ§ΩΩΩ ΩΩΨ±Ψ§Ω
"Adapun membalas nikmat taufik bisa berpuasa Ramadhan dengan melakukan kemaksiatan setelahnya, itu merupakan perbuatan orang yang menukar nikmat Allah dengan kekufuran".
π Lathaif al-Ma'arif – Ibnu Rajab.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari seluruh bentuk kekufuran.
ππͺπ»πͺπ΄πͺπ΅π΅πͺπ±πΎ ππ²π΄πΎπΆ
Semilir Sumpiuh β Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.