ᴋᴇɪꜱᴛɪᴍᴇᴡᴀᴀɴ ʜᴀʀɪ ᴋᴀᴍɪꜱ

Dahulu di masa jahiliyah bangsa Arab menamakan hari Kamis dengan Mu'nis (مُؤْنِس)
artinya senang.
Di hari Mu'nis mereka bersenang-senang dengan dunia mereka.
Rasulullah ﷺ dan para sahabat mengistimewakan hari kamis bukan untuk bersenang-senang, tapi justru untuk beribadah seperti puasa, karena di hari itu amal shalih kaum muslimin dihadapkan kepada Allah.
Nabi ﷺ bersabda ;
تُعْرَضُ الأعمالُ على اللهِ يومَ الاثنينِ والخميسِ ، فأُحِبُّ أنْ يُعرضَ عملي وأنا صائمٌ
"Amalan dihadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis. Aku senang ketika amalku dihadapkan dalam keadaan aku berpuasa ".
📚 Sunan At Tirmidzi dan sumber lainnya.
Semoga Allah mudahkan kita beramal shalih setiap hari.
𝐵𝒶𝓇𝒶𝓀𝒶𝓁𝓁𝒶𝒽𝓊 𝒻𝒾𝓀𝓊𝓂
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.