Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2027/2028 →
Semilir Sumpiuh

ᴘᴜᴛʀᴀ ᴅᴜᴀ ᴏʀᴀɴɢ ʏᴀɴɢ ᴅɪꜱᴇᴍʙᴇʟɪʜ

●
Ustadz Tamim SuhermanPengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah

Di antara panggilan untuk Rasulullah ﷺ di zaman beliau adalah
Ibnu Dzabihain (putra dua orang yang disembelih sebagai qurban).

Kenapa demikian ?

Dahulu Abdul Mutthalib bernadzar seandainya ia berhasil menggali sumur zam-zam yang telah lama hilang terpendam, maka ia akan menyembelih salah satu putranya.

Dengan izin Allah sumur zam-zam berhasil ia gali, ternyata ketika diundi siapakah dari putranya yang akan disembelih untuk memenuhi nadzarnya, keluarlah nama Abdullah (ayah Nabi ﷺ).

Tapi kerabatnya melarang dan meminta diganti dengan menyembelih 100 ekor unta. Ia pun melakukannya.

Adapun sosok ke dua yang menjadi leluhur Nabi ﷺ adalah nabi Ismail 'alaihis salam yang dahulu akan disembelih oleh nabi Ibrahim 'alaihis salam.

Nabi ﷺ adalah keturunan Abdullah dan Ismail 'alaihis salam. Maka penduduk Mekah menyebut beliau dengan Ibnu Dzabihain.

📚 Tafsir Ibnu Jarir Surat Asshaffat 107.

Semoga Allah memberi taufiq-Nya agar kita bisa mengenal dan memuliakan Rasulullah ﷺ sesuai tuntunan sunnah beliau.

𝐵𝒶𝓇𝒶𝓀𝒶𝓁𝓁𝒶𝒽𝓊 𝒻𝒾𝓀𝓊𝓂

Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.

Share