Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2027/2028 →
Semilir Sumpiuh

Mencela Mayit Kafir

●
Ustadz Tamim SuhermanPengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Bolehkah menyebutkan kejelekan orang kafir yang sudah meninggal ?

Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan ;

أن النهي عن سب الأموات: هو في غير المنافق، وسائر الكفار، وفي غير المتظاهر بفسق أو بدعة .

"Larangan mencela mayit itu berlaku pada selain orang munafik dan seluruh orang kafir, belaku pula pada orang yang tidak berterang-terangan dalam kefasikan dan kebid'ahan".

Yakni, jika si mayit itu orang kafir, fasik atau orang yang sudah dikenali suka bermaksiat secara terang-terangan, maka boleh disebut kejelekannya jika ada kemaslahatan (dalam rangka memberikan peringatan kepada kaum muslimin dari perbuatan mereka).

Beliau berkata ;

فأما هؤلاء: فلا يحرم ذكرهم بشر، للتحذير من طريقتهم، ومن الاقتداء بآثارهم، والتخلق بأخلاقهم

"Adapun mereka, maka tidak diharamkan untuk disebut kejelekannya dalam rangka memperingatkan dari jalan salah mereka dan dari mengikuti jejak perbuatan mereka serta dari berperilaku seperti mereka ".

📚 Syarah Shahih Muslim 7/20

Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan orang kafir dan fasik.

𝔅𝔞𝔯𝔞𝔨𝔞𝔩𝔩𝔞𝔥𝔲 𝔣𝔦𝔨𝔲𝔪

Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.

Share