Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2027/2028 →
Semilir Sumpiuh

Rabu Wekasan

●
Ustadz Tamim SuhermanPengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Adakah Landasan?

Memang ada dalam sebuah kitab bernama Kanzun Najah karya Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds.

Penulisnya berkata tanpa dalil ,

أنه ينزل في آخر أربعاء من صفر بلاء عظيم، وأن البلاء الذي يفرِّق في سائر السنة كله ينزل في ذلك اليوم، فمن أراد السلامة والحفظ من ذلك فليدع أول يوم من صفر، وكذا في آخر أربعاء منه بهذا الدعاء؛ فمن دعا به دفع الله سبحانه وتعالى عنه شرَّ ذلك البلاء. هكذا وجدته بخط بعض الصالحين

"Sesungguhnya pada hari Rabu terakhir bulan Shafar akan turun bencana besar. Bencana yang tersebar di sepanjang tahun akan turun di hari itu.

Siapa yang ingin selamat dan dijaga dari bencana itu, maka berdoalah di tanggal 1 Shafar, demikian pula di hari rabu terakhirnya dengan doa tersebut.

Siapa yang berdoa dengannya maka Allah akan menyelamatkannya dari keburukan musibah tersebut.

Inilah yang aku dapati dari tulisan orang-orang shaleh."

Para ulama telah mengingkari keyakinan itu dan beberapa amalan yang dibuat-buat di hari tersebut yang tidak ada landasannya, seperti shalat 4 rakaat dengan membaca surat Al Kautsar 7 kali.
(Lihat fatwa Lajnah Daimah 2/354)

Syaikh Muhammad Abdis Salam rahimahullah berkata :

قد اعتاد الجهلاء أن يكتبوا آيات السلام كـ " سلام على نوح في العالمين " إلخ في آخر أربعاء من شهر صفر ثم يضعونها في الأواني ويشربون ويتبركون بها ويتهادونها لاعتقادهم أن هذا يُذهب الشرور ، وهذا اعتقاد فاسد ، وتشاؤم مذموم ، وابتداع قبيح يجب أن يُنكره كل من يراه على فاعله .

Sebagian orang jahil melakukan kebiasaan di hari Rabu akhir bulan Shafar (berupa) menulis ayat ,

سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ

Keselamatan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.
(QS. Ash Shaffat 79)
dan seterusnya.

Kemudian menaruh tulisan ayat tersebut ke dalam bejana berisi air dan meminumnya serta mencari berkah dan saling menghadiahkan air tersebut dengan keyakinan bahwa hal tersebut bisa menghilangkan keburukan (musibah).

Maka ini adalah keyakinan yang rusak, bentuk tasya'um (anggapan sial) yang tercela dan bid'ah yang jelek.

Wajib bagi setiap orang yang melihatnya untuk mengingkari pelakunya."

📚 As Sunan wal Mubtada'at hal. 111.

Semoga Allah melindungi kita dari segala keburukan.

Barakallahu fikum

Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.

Share