PENISTAAN

بسم الله الرحمن الرحيم
Ketika Allah menurunkan surat Al Baqarah ayat 245 tentang seruan untuk berinfak, orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi ﷺ:
يا محمد ، افتقر ربك . يسأل عباده القرض
"Hai Muhammad, Tuhanmu itu miskin, minta pinjaman (infak) kepada hamba-hamba-Nya."
Maka turunlah ayat ,
لَّقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar".
(QS. Ali Imran 181)
📚 Tafsir Ibnu Katsir.
Parah, sampai sedemikian penistaan yang dilakukan orang Yahudi, hingga mengatakan Allah itu miskin.
Sangat mengherankan, memang Yahudi punya apa ?
Tapi yang lebih mengherankan lagi, ternyata ada orang mengaku muslim, tapi mendukung dan turut menggaungkan syiar agama Yahudi.
Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya.
Barakallahu fikum
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.