Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2027/2028 →
Semilir Sumpiuh

Cangkul Masuk Rumah

●
Ustadz Tamim SuhermanPengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Abu Umamah (Shuday bin 'Ajlan) radhiyallahu 'anhu melihat peralatan pertanian ada di rumah seseorang.
Beliau pun berkata, "Aku telah mendengar Nabi ﷺ bersabda :

لَا يَدْخُلُ هَذَا بَيْتَ قَوْمٍ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ الذُّلَّ.

"Tidaklah peralatan ini masuk rumah suatu kaum kecuali Allah akan memasukkan kehinaan di rumah tersebut."

HR. Al Bukhari.

Apakah artinya tidak boleh bertani atau memasukkan alat-alat pertanian di rumah ?
Tentu tidak demikian.

Samahatus Syaikh Bin Baz rahimahullah mengatakan :

هذا يدل على أن المراد بذلك إذا قصَّر في الواجب، أو توسَّع فيه،

"Ini menunjukkan bahwasanya yang dimaksud (dari hadits tersebut) adalah jika seseorang kurang memperhatikan kewajiban (karena terlalu menyibukkan diri dengan alat pertanian) atau terlalu berlebihan dengannya."

Beliau juga mengatakan :

أما إذا كانت الزراعة والحرث لم تمنعه مما أوجب الله عليه، ولم تُقعده عن الجهاد عند الداعي إليه، ولم يُسرف فيها ويتوسع حتى تشغله؛ فهي مكسبٌ عظيمٌ؛

'Adapun jika bertani dan bercocok tanam tidak mencegah dari menunaikan apa yang Allah wajibkan (ibadah),
tidak pula melemahkan seseorang dari jihad yang menuntutnya dan tidak terlalu berlebihan hingga sangat menyibukkan dirinya (dari ibadah), maka bercocok tanam merupakan usaha yang agung."

📚 Syarah Shahih Al Bukhari – Syaikh Bin Baz.

Semoga Allah menjadikan alat pertanian dan aktivitas bertanam para petani penuh berkah.

Barakallahu fikum

Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.

Share