Istiqomah dalam Do’a

بسم الله الرحمن الرحيم
Nabi Musa 'alaihi salam berdo'a kepada Allah agar harta kekayaan Fir'aun dimusnahkan ,
رَبَّنَا ٱطْمِسْ عَلَىٰٓ أَمْوَٰلِهِمْ وَٱشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ
"Wahai Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka',
QS. Yunus 88.
Allah pun mengabulkan do'a beliau.
قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَٱسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
"Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu Istiqomah lah (tetaplah kamu berdua) dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui".
QS.Yunus 89.
Ibnu Juraij rahimahullah menyebutkan bahwa setelah 40 tahun kemudian Allah penuhi harapan nabi Musa, hancurlah Fir'aun dan hartanya.
Imam Al Qurthubi rahimahullah menafsirkan perintah Istiqomah (dalam berdoa) dalam ayat tersebut ,
والاستقامة في الدعاء ترك الاستعجال في حصول المقصود،
"Istiqomah dalam berdoa adalah meninggalkan sikap tergesa-gesa dalam meraih apa yang diinginkan."
📚 Tafsir Al Qurthubi surat Yunus.
Semoga kita dimudahkan untuk Istiqomah dalam do'a dan kebaikan.
Barakallahu fikum
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.