Remaja Ba’da Isya

بسم الله الرحمن الرحيم
Kebiasaan Shalat Isya Nabi
Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat biasa mengakhirkan salat Isya. Umar bin Khattab menyegerakan shalat Isya untuk anak-anak dan para wanita supaya mereka segera tidur setelah itu. Apabila mereka telah tertidur, maka beliau pun pergi kepada Rasulullah dan berkata,
"Wahai Rasulullah, mari kita sholat. Kaum wanita dan anak-anak sudah tertidur."
Maka Rasul shallallahu alaihi wasallam keluar dalam keadaan rambut beliau masih meneteskan air wudhu. Beliau bersabda
لَوْلَا أنْ أشُقَّ علَى أُمَّتي – أوْ علَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بالصَّلَاةِ هذِه السَّاعَةَ،
"Seandainya tidak memberatkan umatku dan manusia, niscaya aku perintahkan mereka shalat di waktu seperti ini." (HR Bukhori)
Apa setelah Isya ?"
Diantara tuntunan Rasul shallallahu alaihi wasallam di dalam salat Isya adalah apa yang disebutkan oleh Abu Bakar As-sami radhiyallahu anhu
كانَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ : يكرَهُ النَّومَ قبلَ العِشاءِ ، والحديثَ بعدَها
Bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyukai untuk mengakhirkan salat Isya yang kalian menamakan dengan atamah dan beliau membenci tidur sebelumnya dan ngobrol setelahnya. (HR Bukhori)
Fenomena Pemuda
Sementara itu betapa banyak para pemuda kita, mereka menghabiskan malam untuk bergadang, kemudian mereka tertidur ketika hampir tiba fajar seperti mayat-mayat yang tidak terbangun kecuali saat zhuhur. Mereka menjadikan siang seperti malam dan malamnya seperti siang.
(Dari buku : Anak Muslimin, Bagaimana Nabi Mendidik Mereka?)
Barakallahu fikum.
Semilir Sumpiuh — Ustadz Tamim Suherman, Pengajar Ponpes Ibnu Taimiyyah.