Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2027/2028 →
Amalan

Doa Nabi Daud: Meminta Cinta Allah

●
AdminPonpes Ibnu Taimiyyah Sumpiuh

Doa Nabi Daud ‘alaihis salam berikut bagus untuk diamalkan di dalamnya berisi meminta cinta Allah.

Daftar Isi tutup
1. Bab 250. Perintah untuk berdoa dan keutamaan berdoa serta penjelasan beberapa doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

1.1. Hadits #1490
1.2. Penilaian hadits
1.3. Faedah hadits

1.3.1. Referensi:

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa)

بَابُ الأَمْرِ بِالدُّعَاءِ وَفَضْلِهِ وَبَيَانِ جُمَلِ مِنْ أَدْعِيَّتِهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –

Bab 250. Perintah untuk berdoa dan keutamaan berdoa serta penjelasan beberapa doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

 

Hadits #1490

وَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

كَانَ مِنْ دُعَاءِ دَاوُدَ يَقُوْلُ : اللَّهُمَّ ! إِنِّي أَسْألُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ ، وَالعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ . اللَّهُمَّ ! اِجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِليَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِي ، وَمِنَ المَاءِ البَارِدِ

رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقاَلَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Di antara doa Nabi Daud adalah ‘ALLOHUMMA INNI AS-ALUKA HUBBAK, WA HUBBA MAYYUHIBBUK, WAL ‘AMALA ALLADZI YUBALLIGHUNII HUBBAK. ALLOHUMMAJ’AL HUBBAKA AHABBA ILAYYA MIN NAFSII WA AHLII WA MINAL MAA-IL BAARID’ (artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk selalu cinta kepada-Mu, mencintai orang yang selalu mencintai-Mu, dana mal yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluarga, dan air yang dingin).” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)

 

Penilaian hadits

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menyatakan bahwa hadits ini dhaif. Hadits ini dikeluarkan oleh Tirmidzi (3556), Al-Hakim (2:433), Ibnu ‘Asakir (5/352/2). Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib. Al-Hakim menilai hadits ini sahih secara sanad.

 

Faedah hadits

  1. Hadits ini walaupun dhaif, ada hadits-hadits sahih sebagai penguatnya.

Boleh meriwayatkan hadits dhaif dengan tiga syarat:

  • Hadits tersebut tidak terlalu dhaif.
  • Hadits tersebut punya makna yang sahih dari riwayat sahih lainnya.
  • Tidak boleh diyakini kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya.

Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 180529.

  1. Kita didorong untuk meraih cinta Allah dan berusaha mendapatkannya.

Cinta Allah bisa didapati dengan:

  • Zuhud pada dunia dengan cara tidak banyak mengharap dunia dan mengeluarkan kecintaan pada dunia dalam hati.
  • Mengenal Allah, inilah asal seseorang bisa mencintai Allah.
  • Membaca Al-Quran dan merenungkannya (tadabbur).
  1. Kecintaan pada Allah lebih diunggulkan daripada yang lainnya.

 

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

https://islamqa.info/ar/answers/180529

 

Baca Juga:

  • Akan Dicintai Allah Jika Dua Sifat Ini Dimiliki
  • Protected: Mengapa Aku Cinta Islam?

 

 

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

 

[googlepdf url=”https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/12/Buletin-Rumaysho-MPD-Edisi-90.pdf” download=”Download” width=”100%” height=”600″]


Sumber: Rumaysho.com

Share