Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Pondok Pesantren
Ibnu Taimiyyah Sumpiuh
Ilmu | Adab | Amal | Generasi Qur'ani
●Sumpiuh, Banyumas
Jawa Tengah
PSB 2026/2027 →
Shalat

Bulughul Maram – Shalat: Inilah Dalil Shalat Sunnah Qabliyah Maghrib

●
AdminPonpes Ibnu Taimiyyah Sumpiuh

Inilah dalil shalat sunnah qabliyah Maghrib. Anda bisa rutinkan amalan ini.

 

 

Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani

Kitab Shalat

بَابُ صَلاَةُ التَّطَّوُّع

Bab Shalat Tathawwu’ (Shalat Sunnah)

 

Daftar Isi tutup
1. Hadits 11/360
2. Hukum Dua Rakaat Qabliyah Maghrib
3. Hadits 12/361

3.1. Faedah hadits
3.2. Referensi:

 

Hadits 11/360

Hukum Dua Rakaat Qabliyah Maghrib

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مُغَفَّلِ المُزَنِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَالَ: «صَلُّوا قَبْلَ المَغْرِبِ، صَلُّوا قَبْلَ المَغْرِبِ»، ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ: «لِمَن شَاءَ» كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

Dari ‘Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatlah sebelum Maghrib, shalatlah sebelum Maghrib,” kemudian pada kali yang ketiga, beliau bersabda, “Bagi siapa yang mau.” Karena beliau khawatir orang-orang akan menganggapnya harus yang tak boleh ditinggalkan. (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 1183]

وَفي روايَةِ ابْنِ حِبَّانَ: أَنَّ النَّبيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى قَبْلَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ.

Dalam sebuah riwayat Ibnu Hibban, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat sunnah qabliyah Maghrib dua rakaat. [HR. Ibnu Hibban, 4:457]

 

Hadits 12/361

وَلِمُسْلِمٍ عَنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا نُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ، فَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرَانَا، فَلَمْ يَأمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا.

Menurut riwayat Muslim, dari Anas, ia berkata, “Kami pernah shalat dua rakaat setelah matahari terbenam dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kami, beliau tidak memerintahkan dan tidak pula melarang kami.” [HR. Muslim, no. 836]

 

Faedah hadits

  1. Hadits ini dijadikan dalil mengenai anjuran shalat sunah qabliyah Maghrib.
  2. Banyak sahabat yang melakukan shalat sunah qabliyah Maghrib. Shalat ini jadi anjuran dilihat dari perkataan dan praktik.
  3. Sunnah qabliyah Maghrib dua rakaat ini masuk dalam shalat sunnah antara azan dan iqamah.
  4. Shalat sunnah qabliyah ini Maghrib tidak termasuk dalam shalat rawatib muakkad, sehingga tidak dianjurkan meruntinkannya karena nanti dianggap sama dengan rawatib lainnya.

 

Referensi:

  • Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:282-283.
  • Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:590-593.

 

Baca Juga:

  • Waktu Shalat Maghrib itu Satu Waktu Sehingga Tak Ada Jeda Antara Azan dan Iqamah?
  • Hukum Shalat Sunnah 6 Raka’at Ba’da Maghrib

—

 

Diselesaikan pada Senin sore, 3 Jumadal Ula 1444 H, 28 November 2022

@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com


Sumber: Rumaysho.com

Share