Tak Cukup Jambulnya Saja

Tanpa melepas kaos kaki dan sorban yang dipakai, orang tetap bisa berwudhu. Diantara yang pernah dicontohkan adalah hadits,

عن المُغيرة بن شُعبةَ رَضِيَ اللهُ عنه: ((أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم توضَّأ، فمسحَ بناصِيَتِه، وعلى العمامةِ، وعلى الخفَّينِ

Dari Mughiroh bin Syu’bah radhiyallahu anhu,
Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam berwudhu. Maka beliau mengusap rambut bagian depan serta sorbannya dan mengusap dua khuffnya.(semacam kaos kaki dari kulit) HR Muttafaq alaihi

Dari hadits ini ada yang berpendapat dalam mengusap kepala cukup sebagian saja, tidak perlu semuanya.

Namun cara pendalilan seperti ini kurang tepat, karena Nabi tidak sekedar mengusap rambut semata, bahkan disini beliau menyempurnakan dengan mengusap sorban yang beliau kenakan. Kontek hadits ini menuntunkan tata cara wudhu orang yang memakai sorban tanpa melepasnya. Maka jika ia melepas sorbannya, ia harus mengusap seluruh kepala.

Imam Ibnul Qoyyim berkata,
“Tidak ada berita yang sah dari Nabi walau satu hadits saja, bahwa beliau hanya mengusap sebagian rambut saja, yang ada adalah jika beliau mengusap sebagian rambut beliau menyempurnakan dengan mengusap sorbannya..”

(Sumber : Minhatul Allam)

Wallahu a’lam