Tak Berkesudahan di Batas Kematian

Termasuk dalam hitungan nikmat terbesar bagi seorang mukmin adalah dikaruniakannya pada mereka berbagai pintu kebaikan, yang ia kerjakan dengan taufik dariNya, selagi ia hidup di dunia, namun pahalanya terus mengalir sampai setelah kematiannya.

Penghuni kubur tergadai dalam kubur mereka. Terputus sudah kesempatan amal-amal mereka. Atas apa yang dikerjakan ketika di dunia, hisab dan balasan berlaku atas mereka. Namun hamba yang diberi taufik ini, kebaikan-kebaikan terus berkelanjutan. Pahala dan berbagai keutamaan, terus berkesinambungan.

Dia telah meninggalkan ladang beramal, namun pahalanya tak pernah terputus. Menanjak tinggi derajatnya, tumbuh membesar kebaikannya. Berlipat pahala yang didapatkannya, padahal ia telah berada dalam kuburnya.

Betapa mulia kedudukannya, betapa indah tempat kembalinya. (Atau semakna ini dari ucapan Syaikh Abdurrazaq Al Badr)

Sungguh Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ ، أَوْ بَيْتًا لابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ ) حسنه الألباني في صحيح ابن ماجه .

“Sesungguhnya diantara amalan dan kebaikan yang akan mengikuti seorang mukmin setelah kematiannya adalah ;
– Ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan,
– atau anak shaleh yang ia tinggalkan,
– atau mushaf Al Quran yang ia wariskan, atau masjid yang ia dirikan,
– atau rumah persinggahan para musafir yang ia siapkan, atau sungai yang ia alirkan,
– atau harta yang ia shodaqohkan saat sehatnya serta hidupnya akan mengikuti dia setelah kematiannya.” (HR Ibnu Majah)