Menjaring Mimpi

Sebentuk lingkaran dengan anyaman menyerupai jaring laba-laba di tengahnya. Di bagian bawahnya ada untaian benang untuk merangkai manik-manik dan beberapa helai bulu-bulu. Sebagian orang menggantungnya sebagai hiasan.

Benda ini dikenal dengan nama Dream Catcher, yang dalam bahasa Arab disebut صائدة الأحلام [Sho’idatul Ahlam] yang artinya kurang lebih ‘Penangkap Mimpi.’

Berasal dari suku Indian, yang merupakan penduduk pribumi Amerika, benda ini diyakini dapat melindungi pemiliknya dari gangguan mimpi buruk. Mimpi buruk yang datang akan ditangkap oleh perangkap laba-laba tersebut, adapun mimpi indah akan dibiarkan lolos lalu turun kepada pemilik barang itu dengan cara yang lembut melalui bulu-bulu yang menjuntai. Konon pada benda aslinya, bulu yang dipilih adalah bulu burung elang.

Dengan gambaran pemakaian seperti ini, maka benda ini dalam pembahasan akidah masuk dalam kategori tamimah.

Dalam masyarakat jahiliyah, tamimah bisa berupa gelang, benang, tali busur panah atau semacam kerang yang mereka ambil dari laut. Tujuan menggantung atau memakai benda-benda ini adalah untuk melindungi pemakainya dari marabahaya atau penyakit, atau untuk mendatangkan kebaikan. Mereka juga memakaikannya pada anak-anak dan binatang tunggangan mereka.

Nabi shallallahu alaihi wa salam bersabda,

إنَّ الرُّقَى والتَمائِمَ والتِّوَلَةَ شِرْكٌ
Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah dan pelet adalah kesyirikan. (HR Abu Dawud)

Wallahu a’lam