Maju Mundur

Saat Ramadhan semangat hati berlipat. Tak sekedar ibadah wajib yang harus didapat, yang sunnah pun berusaha agar tak terlewat.

Kini Ramadhan berlalu, bisa jadi baca Qur’an, qiyamullail mudah ditinggalkan seiring suasana hati yang pudar semangatnya.

Itulah kita dan hati yang sangat cepat berubah, kadang maju kadang mundur, pasang dan surut dalam ketaatan.

Umar _radhiyallahu ‘anhu_ pernah berpesan :

أن لهذه القلوب إقبالا وإدبارا، فإذا أقبلتْ فخذوها بالنوافل، وإذا أدبرت فألزموها الفرائض

Makna bebas ucapan beliau tersebut kurang lebih :

"Sungguh hati ini memiliki semangat yang kadang mengencang dan   mengendur.

Bila sedang mengencang, maka manfaatkanlah untuk memperbanyak amalan sunnah.

Saat sedang  mengendur, maka paksa ia untuk tetap menjalankan  kewajiban ".

( Tahdzib hal. 449 )

Mumpung sisa semangat masih ada, semoga sunnah di bulan Syawwal bisa tertunaikan.

Jika memang lagi mundur, semoga yang wajib tetap dipertahankan, maksiat terhindarkan.

Barakallahufikum.

Oleh:
Abu Unaisah Tamim