Dua Wafat

Sekilas, hidup nampaknya rutinitas biasa. Siang hari bekerja, mengumpulkan apa yang menjadi kebutuhannya, berupaya untuk lebih maju, mengejar harapan cita-cita.
Adapun saat malam tiba, tubuh telah ditimpa penatnya, sementara harapan-harapan baru masih menunggu. Maka kegelapannya menjadi selimut yang menenangkannya, untuk mengurai ketegangannya, agar tubuh menemukan kembali kekuatannya, beraktivitas lagi esok harinya. Demikian putaran kesibukan anak Adam, sampai datang ajalnya. Lalu ia pun diwafatkan.

Sekedar itukah ? Allah Al Hakiim, syariat dan perbuatanNya yang penuh hikmah, tak mungkin sedangkal itu hakikat kesibukkan manusia. Padahal untuk bekal hidup mereka, Dia telah ciptakan apa yang ada di bumi seluruhnya.

Ada hikmah yang tinggi dan maksud yang besar dibelakang semua itu.
Allah berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ [الأنعام 60]

Dan Dialah yang mewafatkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari. Kemudian Dia menjadikanmu terjaga dan beraktifitas pada siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
””'”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
# Allah memegang jiwa orang ketika matinya. Dan Dia memegang jiwa orang yang belum mati, di waktu tidurnya.
Maka Dia tahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain, sampai waktu yang ditetapkan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS AzZumar : 42)

——————————————
MARI MENEBAR SUNNAH, BERBAGI FAIDAH bersama Grup WA Semilir Sumpiuh