Dua Sayap Menuju-Nya

Siapa yang Allah inginkan untuknya kebaikan, maka Allah jadikan ia melihat dirinya hina, tak berdaya, selalu menghiba dan butuh kepada Allah, penuh cela, bodoh dan tak patuh. Dan bersamaan itu, ia mempersaksikan kebaikan tuhannya, kebaikan, kasih, kemurahan, kebaikan, kekayaan dan kemuliaanNya.

Ahlu ma’rifat, para hamba yang mengenal-Nya, mereka berjalan menuju Allah di antara dua sayap ini. Tak akan mampu hamba menempuh jalan tanpa keseimbangan keduanya. Siapa yang kehilangan salah satunya, akan seperti burung yang kehilangan satu sayapnya.

Berkata Syaikhul Islam,

العارف يسير إلى الله بين مشاهدة المنة و مذالعة عيب النفس و العمل.
“Ahlu ma’rifat berjalan kepada Allah di antara mempersaksikan karuniaNya dan mengakui kekurangan diri dan amalnya.”
(Al Wabilus-Syoyib)